Nama: H. Adam MalikLahir : Pematang Siantar, 22 Juli 1917
Meninggal: Bandung, 5 September 1984
Jangan kaget, kalau pria otodidak yang secara formal hanya tamatan SD (HIS) ini pernah menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-26 di New York dan merupakan salah satu pendiri LKBN Antara.
Sebagai seorang diplomat, wartawan bahkan birokrat, beliau sering mengatakan "semua bisa diatur” yang dimaksudkan sebagai lontaran kritik bahwa di negara ini ‘semua bisa di atur’ dengan uang. Beliau memang dikenal selalu mempunyai 1001 jawaban atas segala macam pertanyaan dan permasalahan yang dihadapkan kepadanya makanya beliau dijuluki Si Kancil Pengubah Sejarah.
Sang wartawan, politisi, dan diplomat kawakan, beliau merupakan personifikasi utuh dari kedekatan antara diplomasi dan media massa. Kemahirannya memadukan diplomasi dan media massa menghantarkannya menimba berbagai pengalaman sebagai duta besar, menteri, Ketua DPR hingga menjadi wakil presiden.
===============================================================
Pendidikan:
SD (HIS) dan Madarasah Ibtidaiyah
Otodidak
Jabatan:
Wakil Presiden RI (23 Maret 1978-1983)
Ketua MPR/DPR 1977-1978
Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-26
Wakil Perdana Menteri II/Menteri Luar Negeri RI (1966-1977)
Menko Pelaksana Ekonomi Terpimpin (1965)
Ketua delegasi Indonesia-Belanda (1962)
Duta besar di Uni Soviet dan Polandia (1959)
Anggota DPA (1959)
Anggota Parlemen (1956)
Ketua III Komite Nasional Indonesia Pusat (1945-1947)
Profesi:
Wartawan (Pendiri LKBN Antara tahun 1937)
Organisasi:
Pinisepuh Golongan Karya
Pendiri Partai Murba (1946-1948)
Pendiri Partai Rakyat (1946)
Ketua Partindo di Pematang Siantar (1934- 1935)






